Senin, 07 Desember 2009

DIAGNOSIS PRENATAL

PENDAHULUAN


Angka kematian perinatal di Indonesia ± 40-50/1000 kelahiran hidup

Periode perinatal : dari umur kehamilan 28 minggu- 1minggu post partum

Kematian perinatal dapat diturunkan bila :

Kualitas:

Asuhan antenatal yang memenuhi syarat.

Asuhan persalinan yang aman dan bersih

Kesehatan maternal baik


TUJUAN DIAGNOSTIK PRENATAL

  • Apakah janin dapat meneruskan kehidupan intra uterin dengan aman?
  • Apakah janin memerlukan perawatan dan resusitasi intra uterin?
  • Kehidupan janin intra uterin terancam dan perlu segera dilahirkan


Cara pemantauan janin :

Klinis

Biokimiawi

Genetik

Variabel biofisik janin

Secara klinis :

Kenaikan berat badan ibu

Pengukuran kenaikan tinggi fundus uteri

Ukuran lingkar perut ibu.

Perkiraan berat badan janin

Palpasi kedudukan & letak janin

Pemeriksaan denyut jantung janin

Pemeriksaan keadaaan kesehatan ibu

Biokimiawi :

Kadar alfa fetoprotein :

NTD (Neural Tube Defect)

Dilakukan saat usia kehamilan 14 – 22 mgg

Kadar tergantung pada usia kehamilan, kehamilan ganda, kematian janin

b-hCG

Pregnancy-associated plasma protein A (PAPP-A)

Sindroma Down

Trimester I

Estriol : menurun drastis tanda gawat janin

Rasio lesitin-sfingomielin : menilai kematangan paru

Human plasental lactogenic (HPL) : <4>ยตgr/ml darah tanda fungsi plasenta

menurun bermakna hanya pd kehamilan trimester III.

Kadar bilirubin spektrometrik pada Rh immunisasi.

Kadar kreatinin pada amnion : fungsi ginjal janin

Derajat keasaman (pH )darah janin.


Genetik

Dugaan adanya anomali janin

Indikasi :

Usia ibu > 35 thn

Riwayat keluarga terdapat kelainan kongenital atau penyakit bawaan.

Riwayat gangguan mental atau gangguan perkembangan pada hamil

sebelumnya

Adanya riwayat terpapar dengan zat berbahaya atau teratogenik

Abortus habitualis


Caranya invasif

Amniosintesis

Trimester I : 11- 14 minggu

Risiko besar :

Abortus

Kelainan pada janin : fetal clubfoot (talipes)

Gagal

Trimester II : 15 - 20 minggu





Chorionic villus sampling (CVS)

Vili plasenta

10 -13 minggu

Percutaneous umbilical cord blood sampling (PUBS)

= cordocentesis = fetal blood sampling

Hasil lebih cepat 24 – 48 jam


Keuntungannya:

Lebih dapat meramalkan keadaan janin karena yg diperiksa adalah

kadar hasil metabolisme /bahan yg dihasilkan janin dan plasenta.

Kadar itu berubah bila terjadi gangguan pada sirkulasi fetoplasenter.

Kerugiannya:

Hasil pemeriksaan lama, biayanya mahal dan dapat invasif

Profil biofisik janin

Didasarkan pada pemeriksaan pola gerak dan gambaran organ janin

Sederhana misalkan pemantauan ibu sendiri :

merasakan gerakan janin, palpasi dan auskultasi.

Alat elektronik

Fetoskopi

Ultrasonografi

Kardiotokografi

Yang diperiksa adalah :

- Gerak nafas janin,gerak janin,tonus janin

- Kelainan bentuk tubuh ,letak,biometri janin

- Taksiran bb dan umur kehamilan

- Jumlah cairan amnion,keadaan dan letak plasenta .

- Pola denyut jantung janin & EKG

Gerak janin

Keadaan & kesehatan janin dpt dinilai dr aktivitas janin dlm rahim.

Pemantauan subjektif (ibu):

Ibu diminta memantau gerakan janin 30-60 menit 3x /hari.

Kekurangannya gerak lemah tdk terpantau,

Yang bisa dirasakan ibu hanya 40-80%.

Denyut jantung janin

Frekuensi denyut jantung basal
Normal 120-160 /menit
Takikardia ringan 160 -180/menit.
Takikardia berat > 180/menit.
Bradikardia ringan 100-119/menit
Bradikardia berat <>

Ultrasonografi (USG)

Janin sebagai “pasien” :

Alat diagnostik.

Memantau perjalanan penyakit & hasil terapi.

Tindakan kuratif.

Kardiotokografi (KTG)

Kardiotokografi:alat bioelektrik yg berguna dalam menilai

aktivitas jantung janin

Antepartum kardiotokografi: pemantauan pola denyut jantung

janin (djj) secara eksternal (indirek), sifatnya noninvasif,

menggunakan 2 transduser : 1 transduser untuk pantau djj

& 1 transduser lainnya untuk pantau kontraksi rahim.







Fetoskopi

Alat ini dpt melihat langsung janin secara invasif , tapi dengan

kemajuan USG sudah jarang digunakan. Kadang-kadang masih dilakukan

dlm melakukan biopsi janin /mengambil darah langsung dari

vena umbilikalis pada diagnosis kelainan bawaan.







1 komentar: