Minggu, 13 Desember 2009

INFERTILITAS

DEFINISI

American Fertility Society (AFC)

Ketidak mampuan pasturi untuk menghasilkan kehamilan setelah 1 tahun kawin dengan hubungan teratur dan tanpa alat kontrasepsi


WHO

Ketidak mampuan pasturi untuk menghasilkan kehamilan setelah 2 tahun kawin dengan hubungan teratur dan tanpa alat kontrasepsi


Peluang Keberhasilan

— 85 - 90 % wanita akan hamil selama 1 thn masa perkawinannya

— 10 - 15 % menjadi infertil


Klasifikasi

— Infertilitas :

— Primer : belum pernah hamil

— Sekunder : sdh pernah hamil



Syarat untuk terjadi kehamilan :

— Testis menghasilkan sperma

— Ovarium menghasilkan ovum

— Tuba fallopii paten

— Endometrium/uterus mampu menunjang/mempertahankan kehamilan

Lendir serviks normal


PENYEBAB INFERTIL :


1. Faktor pria :

- 25-30% kasus infertilitas

- Kelainan : - Infeksi

- Kel. Kongenital

- Ggn Hormonal

- Autoimun

- Varikokel


2. Faktor ovulasi :

- Anovulasi : + 15- 20%

- E/ : - Kel. Genetik

- Hiperprolaktinemia

- Hipo/Hiper tiroid

- Faktor stress

- Berat badan

- Peny. Ovarium Polikistik


3. Faktor serviks (mulut rahim)

— + 2 - 5 %

— Fungsi serviks

— Filter : Bakteri dan Spermatozoa yang kurang baik

— Reservoir : spermatozoa hidup + 2 hari

— E/kelainan fungsi serviks :

— Kel anatomi : posisi retroversi, serviks panjang

— Infeksi kronis : Gangguan produksi lendir serviks

— Kel. Imunologi : antibodi anti sperma


4. Faktor tuba

— + 25-40 %

— Fungsi tuba : menangkap ovum

- Transportasi : Sperma, hasil fertilisasi dan zygote

— E/Kelainan fungsi tuba :

— Infeksi : Salpingitis dan hidrosalping þ mukosa dan silia tuba

— Perlengketan peritubal dan periovarium þ ovum pick up

— Endometriosis

— Kel. kongenital


5. Faktor uterus

— + 5 - 10 %

— Fungsi uterus :

~ Transportasi sperma

~ Implantasi dan nidas

~ Pemeliharaan hasil kehamilan

— E/Infertilitas :

~ Kel. Anatomi :

- Kel. Kongenital

- Adesi intrauteri

- Mioma uteri

- Kerusakan endometrium

~ Polip endometrium

~ Hiperplasia endometrium


6. Faktor peritoneum / endometrium

— Endometriosis : + 15 - 25 wanita infertilitas

— Infertilitas yang tidak diketahui penyebab : + 70 - 80 % endometriosis

— Patogenesis

— Endometriosis

— Ringan & sedang  belum jelas

— Berat  perlengketan dan distorsi anatomik

— Gangguan proses maturasi folikel

— Ovum pick up

— Transportasi hasil konsepsi

— Efek toksik dari cairan peritoneum


7. Faktor Idiopatik

— + 10 - 15 % tidak diketahui E/

— Infertilitas idiopatik/Unexplained infertility

— Jika semua pemeriksaan standart infertilitas normal


— PEMERIKSAAN

Anamnesis
Pem. Fisis/ginekologis
Analisis sperma
Deteksi ovulasi
Uji paska sanggama
HSG
Laparoskopi


ANAMNESIS

— Umur pasturi

— Lama perkawinan, lama usaha untuk hamil, perkawinan keberapa, apakah perkawinan sebelumnya menghasilkan anak

— Riw. siklus haid dan umur menarke

— Riw. Kehamilan atau persalinan yang lalu, alat kontrasepsi,penyakit yang diderita, riw pembedahan

— Kenaikan & penurunan BB

— Aktifitas & latihan fisik yang berlebihan

— Stress emosional

— Apakah ada hirsutisme & galaktorea

— Pem. Fisis / Ginekologi

— Hirsutisme dan jerawat

— Pembesaran kel. Tiroid

— Galaktorea

— Inspeksi lendir serviks : kualitas mukus


Pemeriksaan bimanual :

Tumor uterus / adneksa


Pemeriksaan penunjang

1. Analisis Sperma :

— Jumlah > 20 juta/ml

— Morfologi > 40 %

— Mortil > 60 %

2. Deteksi ovulasi :

— Anamnesis siklus menstruasi

90 % siklus mens teratur :siklus ovulatoar

— Pem. Suhu badan basal : meningkat 0,6 - 1oC setelah ovulasi (Bifasik)

— Uji benang lendir serviks dan uji pakis

Sesaat sebelum ovulasi : lendir serviks encer,

daya membenang lebih panjang, pembentukan gambaran daun pakis

Estradiol meningkat


Deteksi ovulasi (lanjutan)

— BIOPSI ENDOMETRIUM

— HORMONAL

— FSH, LH, E2, PROGESTERON, PROLAKTIN


Biopsi endometrium

— Beberapa hari menjelang haid

— Endometrium fase sekresi : siklus ovulatoar

Endometrium fase proliferasi/gbran

Hiperplasia : siklus Anovulatoar

— Efek progesteron


Hormonal

Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan

folikel :

* FSH serum : 10 - 60 mIU/ml

* LH serum : 15 - 60 mIU/ml

* Estradiol : 200 - 600 pg/ml

* Progesteron : 5 - 20 mg/ml

* Prolaktin : 2 - 20 mg/ml


USG transvaginal

* Secara serial : adanya ovulasi dan perkiraan saat ovulasi

* Ovulasi : ukuran folikel 18 - 24 m

ø FOLIKEL DOMINAN 18-24 mm



2. Uji paska sanggama (UPS)

Syarat :

— Pem. Lendir serviks + 6 - 10 jam paska sanggama

— Waktu sanggama sekitar ovulasi


3. Ultrasonografi (USG)

Untuk menilai :

— Uterus : bentuk, ukuran, kelainan

— Adneksa : ovarium dan tuba


4. Histerosalpingografi (HSG)

Menilai

— Faktor tuba : lumen, mukosa, oklusi, perlengketan

— Faktor uterus : kelainan kongenital (Hipoplasia, septum, bikornus, Duplex), mioma, polip, adhesi intrauterin (sindroma asherman)

Dilakukan pada fase proliferasi : 3 hari setelah haid bersih dan sebelum perkiraan

ovulasi

Keterbatasan : tidak bisa menilai

— Kel. Dinding tuba : kaku, sklerotik

— Fimbria : Fimosis fimbria

— Perlengketan genitalia Int.

— Endometriosis

— Kista ovarium

— Patensi tuba dapat dinilai :

— HSG

— Hidrotubasi (Cairan)

— Pertubasi (gas CO2)

5. Laparoskopi

— Gbran visualisasi genitalia interna scr menyulurh

— Menilai faktor :

— Peritoneum/endometriosis

— Perlengketan genitalia Int

— Tuba : patensi, dinding, fimbria

— Uterus : mioma

— Ovulasi : Stigma pada ovarium dan korpus luteum

— Keterbatasan

— Tidak bisa menilai : Kelainan kavum uteri dan lumen tuba

— Bersifat invasif dan operatif



PENANGANAN

— Medika mentosa

— Tindakan operasi rekonstruksi

— Rekayasa teknologi reproduksi


MEDIKA MENTOSA

Obat stimulasi ovarium (Induksi ovulasi)

— Klomifen sitrat

¨ Meningkatkan pelepasan gonadotropin FSH & LH

¨ Diberikan pd hari ke-3 siklus haid

¨ 1 x 50mg selama 5 hari

¨ Ovulasi 5 - 10 hari setelah obat terakhir

¨ Dosis bisa ditingkatkan þ 150 - 200 mg/hari

¨ 3 - 4 siklus obat tdk ovulasi  hCG 5000 - 10.000 IU

— Epimestrol

— Memicu pelepasan FSH dan LH

— Hari ke 5 - 14 siklus haid

— 5 - 10 mg/hari

— Bromokriptin

— Menghambat sintesis & sekresi prolaktin

— Indikasi : Kdr prolaktin tinggi (> 20 mg/ml) dan Galaktore

— Dosis sesuai kadar prolaktin :

— Oligomenore 1,25 mg/hari

— Ggn haid berat : 2 x 2,5 mg/hari

— Gonadotropin

— HMG (Human Menopausal Gonadotropine)

— FSH & LH : 75 IU atau 150 IU

— Untuk memicu pertumbuhan folikel

— Dosis awal 75 - 150 IU/hari selama 5 hari dinilai hari ke 5 siklus haid

— hCG

— 5000 IU atau 10.000 IU

— Untuk memicu ovulasi

— Diameter folikel 17 - 18 mm dgn USG transvaginal

— Mahal, sangat beresiko :

— Perlu persyaratan khusus

— Hanya diberikan pada rekayasa teknologi reproduksi

Catatan :

Untuk pria diterapi => FSH

Testosteron

2. Terapi hormonal pd endometriosis

— Supresif ovarium shg terjadi atrofi kel. Endometriosis

— Danazol :

— Menekan sekresi FSH & LH

— Dosis 200 - 800 mg/hari, dosis dibagi 2x pemberian

— Progesteron

— Desidualisasi endometrium þ Atrofi jar. Endometritik

— Medroksi progesteron asetat 30 - 50 mg/hari

— GnRH agonis

— Menekan sekresi FSH & LH

— Dosis 3,75 mg/IM/bulan

— Tidak boleh > 6 bulan : penurunan densitas tulang


TINDAKAN OPERASI REKONSTRUKSI

— Koreksi : - Kel. Uterus

- Kel. Tuba : tuba plasti

— Miomektomi

— Kistektomi

— Salpingolisis

— Laparoskopi operatif + Terapi hormonal þ kasus endometriosis + infertilitas

Catatan :

Tindakan operatif pada pria :

— Rekanalisasi

— Operasi Varikokel


— REKAYASA TEKNOLOGI REPRODUKSI

— Metode lain tidak berhasil

— Inseminasi Intra Uterin (IIU)

— Paling sederhana

— Sperma yg telah dipreparasi diinseminasi kedalam kavum uteri saat ovulasi

— Syarat : tdk ada hambatan mekanik : kebuntuan tuba & Fc. Peritoneum/endometriosis

— Indikasi þ Infertilitas oleh karena faktor :

— Serviks

— Gangguan ovulasi

— Endometriosis ringan &

— Infertilitas Idiopatik

— Angka kehamilan 7 - 24 % siklus

— Fertilisasi Invitro (FIV)

— Fertilisasi diluar tubuh dgn suasana mendekati alamiah

Pilihan terakhir

— Syarat :

— Uterus & endometrium normal

— Ovarium mampu menghasilkan sel telur

— Mortilitas sperma min. 50.000/ml

— Angka kehamilan : 30 - 35 %

Catatan :

Untuk pria ICSI